Cycling Reference
Tips & Trick
Health & Fitness
Ensiklopedia
Bike Part & Review
Home » Tips & Trick

Derailleurs, Pedalling, Shifting Gear, dan Cadence Optimal

Submitted by on 21 October 2011 – 09:26

Derailleurs, Pedalling, Shifting Gear, dan Cadence Optimal – Pergeseran rasio gigi (gear) pada sepeda gunung diperlukan untuk mendapatkan hasil maksimal dari aktivitas tracking. Climbing, menikung dan ‘menaklukan’ hambatan menjadi lebih mudah dengan perubahan gigi yang efisien pada titik-titik yang tepat.

Sebagai pengendara gunung, memahami bagaimana menggeser rasio gigi (gear) | Shifting gear yang benar akan memperpanjang sistem gigi (groupset) pada sepeda Anda dan memungkinkan Anda untuk mendapatkan efisiensi pada setiap aktivitas tracking.

Sepeda gunung kontemporer memiliki tiga sprockets chainwheel besar di crank dan tujuh, delapan, sembilan atau bahkan sepuluh (pada sistem gear terkini) sprockets kecil di kaset roda belakang. Dalam naik gunung, sprocket chainwheel digunakan untuk daya dan sprocket kaset digunakan untuk kecepatan.

Bagian depan sproket belakang tertentu dan di mana rantai yang terlibat menetapkan rasio gigi tertentu. Bersepeda gunung adalah tentang mempertahankan momentum dengan rasio gigi yang terbaik, dan Anda melakukannya dengan pergeseran rasio gigi yang tepat.

Derailleurs depan dan belakang adalah komponen penting dari sistem gigi pada sepeda gunung Anda. Ketika Anda mengoperasikan tuas shift, kabel mengaktifkan derailleur yang sesuai, yang kemudian menggerakkan rantai ke sproket chainwheel atau kaset yang dikehendaki.

Derailleurs tergantung pada dua hal untuk beroperasi secara efisien dan andal: Tingkat mengayuh benar dan jumlah yang tepat ketegangan pada rantai.

Pengendara sepeda gunung yang paling pemula sekalipun memahami bahwa perlu untuk tetap mengayuh ketika mereka melakukan pindah gigi (shifting gear) karena derailleurs tidak dapat bekerja kecuali rantai bergerak.

Namun, ketika mereka menemui sebuah trek menanjak/tanjakan dan melakukan perpindahan gigi rasio secara tiba-tiba, mereka menemui hambatan ‘tiba-tiba kayuhan terasa begitu berat, dan memerlukan tenaga ekstra untuk ini’. Disinal letak hal yang perlu sama-sama kita koreksi.

Meskipun diperlukan pedalling saat memindahkan gigi, Idealnya, Anda harus mengayuh mundur sejenak dengan tujuan mengurangi jumlah ketegangan pada rantai untuk memungkinkan derailleur untuk memindahkan rantai dengan mudah.

Atau Anda semestinya sudah mengantisipasi ketika diketahui akan menghadapi tanjakan, dengan memindahkan rasio gigi beberapa saat sebelum mulai menanjak (tidak memindahkan rasio gigi secar mendadak bertepatan saat Anda mulai menanjak). Dengan seperti ini Anda menjadi pengendara sepeda gunung yang lebih ‘ramah’ dengan mengantisipasi perubahan gigi pada waktu yang tepat ketika hendak menghadapi bukit, hambatan dan menerapkan kekuatan minimum (efisien) untuk pindah gigi.

Tingkat di mana Anda mampu menjaga momentum ketika melalukan aktivitas pedalling disebut cadence, dan cadence mempengaruhi operasi sistem gigi pada sepeda Anda. Sebuah cadence lambat meningkatkan jumlah waktu yang diperlukan untuk derailleur untuk pergeseran rantai.

Anda diharapkan dapat selalu mempertahankan cadence optimal dengan menetapkan kombinasi rasio gear untuk berbagai kondisi Anda temui ketika naik sepeda gunung. Sehingga aktivitas pedalling, bersepeda Anda lebih efisien, nyaman dan Sepeda Anda juga berumur lebih panjang. Derailleurs, Pedalling, Shifting Gear, dan Cadence Optimal. Happy cycling!

Incoming search terms:

rasio rantai sepedashifting gear

1 Pingbacks »

    Leave a comment

    Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

    Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

    You can use these tags:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

    This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar

    You might also likeclose