Cycling Reference
Tips & Trick
Health & Fitness
Ensiklopedia
Bike Part & Review
Home » Tips & Trick

7 Kesalahan Umum Saat Bersepeda

Submitted by on 5 August 2014 – 08:21

Kesalahan yang umum terjadi di kalangan pesepeda, dan biasanya hal ini terjadi pada rekan-rekan yang baru hendak memulai aktivitas bersepeda –pesepeda pemula—. Namun demikian, sekalipun Anda sudah termasuk pesepeda bangkotan kawakan, tidak ada salahnya Anda baca sejenak tips kami ini, dan bagikan untuk rekan-rekan pesepeda yunior Anda.

bersepeda secara aman

Apa saja bentuk kesalahan yang sering terjadi di kalangan pesepeda yang kadang terlihat sepedele namun berdampak serius? berikut poin-poinnya kami sajikan.

#1 Melawan arus lalu-lintas

Pikirkan kembali baik-baik ketika terlintas di benak anda untuk mengambil jalan pintas saat bersepeda, dengan cara melawan arus lalu lintas. Selain hal ini beresiko, faktanya hal tersebut termasuk perbuatan melawan hukum (ilegal) di sebagian besar negara, dan juga sebenarnya di Indonesia.

 

Dalam sebuah penelitian terhadap kehiudan bersepeda ditemui fakta bahwa pengendara di jalur yang salah memiliki tingkat resiko tiga kali lebih mungkin untuk mengalami kecelakaan dibandingkan pesepeda yang berkendara secara taat ketentuan lalu lintas.

#2 Lupa mengatur rasio gear

Penciptaan gear rasio pada sepeda tentu ada tujuan manfaatnya. Namun sebagian pesepeda pemula seringkali memanfaatkannya sesuai kondisi aktivitas bersepeda mereka. Tingkat pedalling pada 60-80rpm dianggap ideal, dan memindahkan gigi rasio untuk mencapai tingkat ini akan mencegah kita membuang-buang energi dengan berada pada  gigi rasio yang salah.

Serta menghindari kelelahan dan efek cedera pada otot Anda. Mengubah gigi saat yang tepat juga merupakan cara yang bagus untuk menjaga Anda tetap waspada dan menjaga tingkat konsentrasi Anda.

#3 Mengabaikan peralatan keselamatan

Apakah Anda tahu bahwa sekitar 91 persen kematian akibat kecelakaan bersepeda disebabkan oleh keteledoran tidak memakai helm saat bersepeda? Penelitian yang dilakukan oleh Insurance Institute for Highway Safety menyodorkan hasil statistik yang cukup mengejutkan ini, dan menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa mengenakan helm saat bersepeda.

Bahkan dalam perjalanan pendek pun menuntut kita untuk tetap mengenakan peralatan keselamatan yang benar. Perlengkapan keselamatan bersepeda tidak hanya helm saja, termasuk pakaian reflektif dan lampu – agar kendaraan lain tetap bisa melihat Anda, baik dari sisi belakang maupun dari sisi berlawanan.

#4 Berkendara secara stasioner

Maksudnya begini, ketika bersepeda dengan benar terkadang diperlukan pergeseran keseimbangan Anda dengan benar, mengikuti trek, saat melalui tanjakan atau turunan, saat cornering, menghindari rintangan di jalanan, semuanya memerlukan pergeseran titik beban keseimbangan yang ini bisa dilakukan dengan body wifing (pergerakan badan).

Misalnya ketika menanjak dan menghindari rintangan di jalur bersepeda terkadang anda perlu berdiri sambil mengayuh serta memindahkan berat badan ke depan. Sementara ketika menemui jalur menurun sandarkan/pindah titik berat tubuh anda ke bagian belakang/menjaga lebih berat Anda pada roda belakang.

#5 Tinggi sadel

Salah satu kesalahan paling umum pada pengendara sepeda pemula buat adalah sadel yang terlampau tinggi atau justru sebaliknya. Jika Anda termasuk pesepeda santai, seringkali setting sadel yang mungkin anda dan rekan-rekan Anda gunakan terlalu rendah. Sebenarnya, hal ini justru jadi pemicu kelelahan lebih awal kala bersepeda.

Sebenarnya ada tes sederhana untuk memastikan Anda memiliki ukuran ketinggian sadel yang tepat. Caranya, tempatkan sepatu Anda di pedal, dan meletakkannya di posisi yang paling bawah dari gerakan pedal sepeda Anda. Dalam posisi ini kaki Anda harus lurus, dengan hanya sedikit membungkuk di lutut. Jika lutut terasa bengkok, atau kaki Anda tidak dapat mencapai pedal dengan benar dalam posisi ini, maka Anda perlu menyesuaikan kembali ketinggian sadel Anda.

#6 Pengereman saat menikung

Hal ini sebenarnya akan mengikuti jam terbang bersepeda Anda, semakin tinggi jam terbang bersepeda Anda akan faham yang disebut cornering braking yang lebih aman dan efektif. Kunci cornering braking yang aman adalah diawali dengan memperlambat laju sepeda, dan secara bertahap melakukan pengereman jika diperlukan.

Yang sering terjadi pada pemula adalah cornering/menikung yang disertai pengereman full, ditambah dengan pengenalan trek yang kurang. Akibat fatalnya diantaranya tergelincir atau menabrak pesepeda atau kendaraan di depannya.

#7 Melupakan peralatan perbaikan

Apakah Anda memiliki sarana untuk memperbaiki kerusakan sepeda Anda saat Anda bepergian bersepeda? Jangan pernah lupakan ini, apalagi untuk anda yang gemar bersepeda dalam jarak jauh dan waktu tempuh yang lama. Jika tidak, mungkin saja ada akan memerlukan taksi atau ojek untuk menempuh perjalanan pulang. Sungguh memalukan bukan?

Perlengkapan berbaikan saat bersepeda merupkan salah satu ‘media penyelamat’ Anda yang mutlak harus ada, dan pastikan bahwa Anda juga tahu cara menggunakan masing-masing peralatan tersebut.

Ketika ban bocor tiba-tiba Anda tidak perlu menuntuk sepeda jauh untuk menemukan tukang tambal ban bukan? Bawalah kelengkapan ban dalam cadangan. Ketika rantai putus tiba-tiba…anda pun tidak perlu lagi mengandalkan sepenuhnya pada bengkel sepeda terdekat. karana anda punya alat bantu dan mampu menggunakannya.

Hmm..sudah tujuh ya Sobat gowes? so tunggu apalagi, setelah selesai membacanya, jangan lupa untuk share artikel bermanfaat ini pada halaman sosmed anda, agar manfaatnya semakin luas dan raih poin kebaikan karenanya. Salam gowes.

referensi: realbuzz.com

Incoming search terms:

kesalahan pesepeda pemulaapa yang tidak boleh dilakukan saat bersepedaapa yg dilakukan untuk bersepedah?#spf=1hal yang tidak boleh dilakukan saat corneringharga sarung tangan sepeda mtbkesalahan para pesepeda awammembuang badan saat corneringsalah dalam bersepeda

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar

You might also likeclose