Cycling Reference
Tips & Trick
Health & Fitness
Ensiklopedia
Bike Part & Review
Home » Ensiklopedia

Velocipede

Submitted by on 7 February 2011 – 17:34

velocipede-sejarah-sepedaVelocipede, sebagian Bangsa Melayu menyebutnya dengan ‘Kereta Angin’, ya.. sebutan lain untuk Sepeda, Bike atau Bicycle. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa kendaraan beroda dua yang mendunia ini sudah ada sejak awal abad ke-18, diperkirakan berasal dari Perancis. Awal dikenalnya, ‘Velocipede’ ini berkonstruksi dari kayu.

Dalam perjalanan sejarahnya, rancang bangun sepeda pun mulai berkembang. Diantaranya yang dilakukan oleh Baron Karls Drais von Sauerbronn, seorang berkewarganegaraan Jerman ini pada tahun 1818, mengembangkan konstruksi sepeda guna menunjang kerjanya sebagai pengawas hutan, namun ‘karyanya’ pada masa itu disebut lebih mirip antara kombinasi sepeda dan kereta kuda, sehingga kala itu ciptaannya populer disebut ‘dandy horse’.

Pada tahun 1839, Kirkpatrick MacMillan, seorang pandai besi kelahiran Skotlandia, mulai menambahkan engkol/kayuh sebagai penggerak sepeda, berikut Setangnya. Selanjutnya berturut-turut: pada tahun 1855 Ernest Michaux (Perancis) berhasil menambahkan pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Penyempurnaan berikutnya, pada tahun 1965, Pierre Lallement (Perancis) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek/velg atau rim). Lallement pulalah yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.

Kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang (tube) ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Meski demikian pada masa itu faktor keamanan dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).

Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.

Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.

Leave a comment