Cycling Reference
Tips & Trick
Health & Fitness
Ensiklopedia
Bike Part & Review
Home » Bike News

TREK SEPEDA GUNUNG SINDUR

Submitted by on 4 June 2011 – 23:30

Sabtu, 4 Juni 2011 lalu, kami berkesempatan untuk menaklukan ‘liar’nya JALUR-TREK SEPEDA GUNUNG SINDUR. Kepuasan tak terkira menyelimuti hati kami ketika kami berhasil melewati detil demi detil trek yang yang nampaknya cukup jarang dijamah cyclist ini.

Pagi itu, perjalanan menuju JALUR-TREK SEPEDA GUNUNG SINDUR kami jalani bersama beberapa rekan dari Mutiara Bike Community berangkat dari start point Villa Mutiara Serpong, menuju meeting point berikutnya, warung mpok Jalur Pipa Gas. Sesampainya di sana, kami bertemu rombongan gowes lainnya yang malam sebelumnya sudah sempat janjian untuk gowes bareng, rombongan GENJOT PAJAK.

Setelah sejenak menuggu kehadiran rekan lain yang terlambat, pukul 07.30 pun rombongan diberangkatkan. Treking kali ini dipimpin oleh Pak Endro dari Genjot Pajak selaku marshal, yang nampaknya beliau begitu hafal betul jalur yang hendak kami lalui, tanpa moerdiono a…e…a…e…anu…Marshal kali ini begitu fasih menterjemahkan informasi navigasi yang terdeskripsi pada layar ‘Garmin E-Trex’nya.

Notifikasi: Meski sebenarnya saya tidak hafal betul seluruh detil jalur dan landmark yang telah kami lalui kemarin, berkat referensi berbagai sumber yang dicocokkan dengan fakta perjalanan yang kami temui, didapatlah deskripsi berikut.

Dari warung mpok Jalur Piga Gas, konvoi menuju selatan JPG melewati jalur akses kampung yang kemudian tembus ke Komplek Perumahan Nusa Loka BSD. Sesampainya di pertigaan Cordoba –dimana di sini ditandai dengan deretan Ruko Cordoba BSD—marshal memandu rombongan ke arah selatan melewati Jalan Batam hingga bertemu kolong toll Serpong-Bintaro, dan diteruskan masuk ke jalan kampung di sisi kanan, kampung Rawamekar.

Dari awal-awal perjalanan ini, kami sudah disuguhi ketakjuban pada keteduhan, keasrian dan keramahan masyarakat perkampungan Rawamekar, hingga kemudian kami bertemu kembali dengan jalan raya Ciater. Di Jalan Ciater Raya ini, kami hanya melintas sejenak, karena kami cuma menyeberang dan kembali masuk ke jalan setapak, perkampungan Maruga, dan bertemu kembali dengan pemukiman Real Estate Kencana Loka BSD sektor XII.

Persinggahan kami di Kencana Loka pun tak lama, kami kembali masuk ke jalan akses off road, dimana di mulut jalan ini kami langsung disuguhi titian jalan yang melintasi aliran selokan/kali kecil, yang langsung disambung dengan tanjakan, wuaaaah….nikmatnya ketika berhasil melaluinya. Ternyata ini semua baru pemanasan bung!

Perkampungan dengan akses jalan tanah, kebon singkong, hutan mini dengan vegetasi bambu, dan sapaan ramah penduduk silih berganti kami lalui. Saya terbayang, begitu indahnya jika perjalanan kami ketika melintasi sisi kali Jeletreng, dengan background saputan Sinar Matahari diabadikan oleh Om Darwis Triadi (siapa gak kenal?), hasilnya pasti sebuah foto siluet yang menawan.

Ujung dari perjalanan melintas kali dan perkampungan jeletreng ini ditandai dengan kembali bertemunya rombongan konvoi dengan Jalan Raya Pamulang-Muncul, kami sejenak menyusur pagar luar komplek perumahan puspitek, sampai kemudian rombongaan berbelok ke kiri –sampai saat ini saya belum tahu betul nama jalan akses ke kiri tsb—yang ditandai dengan adanya Jalur Sutet (jajaran menara tegangan tinggi).

Di sini salah seorang rekan memisahkan diri dari rombongan, karena ada suatu keperluan. Perjalanan kami pun berlanjut sekita 5-8menit kami melalui jalur on-road, rombongan pun kembali masu perkampungan sampai akhirnya bertemu area pemancingan Lubana Sengkol, di sini kami dipaksa malalui jalan akses kecil sempit dengan sisi kanan kolam pemancingan, sisi kiri berupa aliran kali kecil, sudah begitu, jalan pun mesti nanjak dengan kombinasi tikungan patah-patah, dan…awas nyemplung!!! Ampun DiJe…

Kembali kami bertemu jalan raya beton beraspal masih di daerah Sengkol, kemudian rombongan mengambil jalan short cut menuju komplek Puspitek. Mudah-mudahan ketika kami nanti ke sana lagi, jalan akses ini belum ditutup :( Di area komplek puspitek ini, udara begitu terasa sejuk karena vegetasi pohon-pohon besar di sepanjang sisi kanan-kiri jalan penghubung antar gedung penelitian.

Selepas komplek puspitek kami dihadapkan pada trek tanah merah berbukit dan lembah, kombinasinya nampak seperti kondisi JALUR TREK JATIASIH dengan pelengkap ilalang tinggi, semak dan perdu membentuk mini savana.

Perjalanan ini terasa begitu panjang, silih berganti kami melalui turunan, tanjakan, kebun, hutan bambu, sawah, sungai, jalan makadam, tanah merah, termasuk gradasi bahasa dari penduduk sekitar, yang semula menggunakan bahasa dan dialek betawi pun berubah menjadi dialek sunda.  Plang di Sebuah Sekolah Dasar Negeri bertuliskan bahwa kami sudah memasuki Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Anti klimaks dari perjalanan ini adalah ketika kami bertemu dengan sebuah savana yang sangat luas, dengan obstacle gundukan dan drop off patah-patah, wah….Anisa bahar ada di sini juga ternyata. Sampai di sini perjalanan kami bukan berarti tanpa kendala. Di tengah treking beberapa rekan sempat jatuh bangun, ada pula yang mengalami gangguan pada ‘perutnya’ orang bilang suduk’en, karena banyak minum di sepanjang jalan, wah….wah…wah…Meski demikian, kekompakan antar person dalam rombongan tetap terjaga.

Wahana terakhir sebelum kami rehat untuk makan dan minum adalah areal kebon kopi di daerah yang bagi saya antah berantah ini. Waktu itu jam menunjukkan pukul 11.30, tepat 4jam perjalanan kami, tepat pula tiba waktu rehat dan makan siang kami. Pilihan ‘Sop Jakarta Hj.Nunung’ pun merupakan pilihan cerdas untuk memulihkan stamina dan pengganti ‘bahan bakar’ kami yang sempat terkuras sepanjang perjalanan.

Singkat cerita ye, berikut screen syut yang sempat kami abadikan, meski dengan fasilitas kamera henpon apa adanya.

Accident kecil sempat terjadi, ketika kami melalui jalan tanah ini

Trio Macan dari MBC yang nampak kompak

Keindahannya 11-12 dengan panorama Ubud bali

Savana Trek Gunung Sindur yang tak terlupakan, foto selengkapnya dapat diakses di sini

Untuk perjalanan dari JALUR-TREK SEPEDA GUNUNG SINDUR, kami kembali masuk jalan setapak menuju Pengasinan, Buaran untuk akhirnya kembali masuk ke BSD dan berakhir di warung mpok Jalur Pipa Gas,

Incoming search terms:

jalur pipa gas bsdtrek sepeda gunungtrek sepeda gunung sindurjalur sepeda gunungtrack sepeda gunungsepeda gunung trekharga sepeda mtb trekcelana sepeda gunungjalur sepeda gunung sindurfoto trek sepeda

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

You might also likeclose